How To Setting : YM, GTalk, Facebook Chat di Pidgin

20 01 2012

Halo rekan-rekans yang suka online,  salam kenal ya di dunia yang maya ini . Online yang bukan sekedar online karena sok eksis atau suka narsis, melainkan karena kerjanya sehari-hari di depan komputer. Lalu Anda punya berbagai akun buat chat di beberapa layanan chat umum, seperti YM, GTalk, dan Facebook Chat dan ingin mengintegrasikan semua akun yang Anda miliki ke dalam satu aplikasi instant messaging ? Pas banget baca postingan ini.

Perkenalkan aplikasi Pidgin, yaitu aplikasi client yang bersifat multi instant messaging. Aplikasi ini mendukung berbagai jaringan instant messaging, seperti AIM, Bonjour, Gadu-Gadu, Google Talk, Groupwise, ICQ, IRC, MSN, MXit, MySpaceIM, SILC, SIMPLE, Sametime, XMPP, Yahoo!, dan Zephyr. Pidgin bisa diinstall di Windows, Mac OS, dan Linux. Untuk mengunduh aplikasi Pidgin silahkan ke link ini : http://www.pidgin.im/download/

1.  Yahoo Messenger

Basic

Protocol : Yahoo!

Username, password : sesuai setting yang digunakan pada akun Yahoo! Anda

Advanced

Pager port : 5050

File transfer server : filetransfer.msg.yahoo.com

File transfer port : 80

Proxy

No proxy

2.  GTalk (Google Talk)

Basic

Protocol : XMPP

Username, password : sesuai setting yang digunakan pada akun Gmail Anda

Domain : gmail.com

Advanced

Connect port : 5222

File transfer proxies : proxy.eu.jabber.org

Proxy

Use global proxy setting

3.  Facebook Chat

Basic

Protocol : XMPP

Username, password : sesuai setting yang digunakan pada akun Facebook Anda

Domain : chat.facebook.com

Resource : Pidgin

Advanced

Connect port : 5222

Connect server : chat.facebook.com

File transfer proxies : proxy.eu.jabber.org

Proxy

Use global proxy setting





Mengenang Perjalanan : Tugas Akhir

17 01 2012

Tulisan ini ditujukan untuk semua mahasiswa-mahasiswi yang sedang berjuang mengerjakan Tugas Akhir… success will find you if you try *KatakanCinta mode ON

Pertama mau ngerjain Tugas Akhir : bingung. LOH koq ? Iya, asli bingung banget… bakat seperti apa yang akan saya daya gunakan dalam mengerjakan Tugas Akhir. Secara waktu itu sebagai mahasiswi jurusan Teknik Rancang Bangun Peralatan Sa*di saya merasa saya tidak bisa melakukan apa-apa yang wah. Punya bakat di bidang software engineering : tidak. Punya bakat di bidang hardware : tidak juga. Waktu itu baru bisa dokumentasi aja, itu pun tanpa pengetahuan yang mumpuni mengenai Unified Modelling Language (UML). Asli, saat itu saya benar-benar bingung, bingung seribu bahasa *halah

Langkah kedua yang saya lakukan adalah melakukan eksplorasi terhadap Tugas Akhir senior-seniorita yang sudah lulus dengan sukses. Waw, ternyata saya sudah sangat terlambat untuk menyadari bahwa saya memang tidak punya kemampuan apa-apa untuk menyandang kata : Lulus. Kemudian saya melakukan konsultasi kesana-kemari untuk mendapat pencerahan mengenai topik apa yang trend dan ngga susah-susah amat untuk dijalani, haha *cariaman.co.id

Dengan berbekal kemampuan seadanya, maka saya mengajukan proposal. Saya juga langsung kursus programming : Java Fundamental di Depok buat menggali bakat terpendam. Oiya, geli banget kalau diingat-ingat lagi bagaimana saya membuat pemodelan ala saya, tanpa mengerti apa yang namanya UML. Buat notasi oval tapi cuma sebagai lambang objek dan tidak merujuk ke use case diagram, plus ngotot pula ketika dipersalahkan. *moment yang ngga banget

Dari situ saya jatuh bangun dengan Tugas Akhir saya, dapat pembimbing yang baik sekaligus perfectionist membuat pengerjaan Tugas Akhir semakin seru. Incident demi incident terjadi, namun saya tetap bertahan. Dengan satu theme song iklan pada saat itu : aku bisa, aku pasti bisa, ku tak mau berputus asa… Aku Pasti Bisa !!!  *iklan susu balita

Ada satu hal yang selalu memotivasi saya dan Upicha, teman sekamar saya : photo bapak Sumarkidjo saat berpidato di wisuda senior setahun di atas kami, photo itu kami pajang di kamar kami. Hanya dengan memandang photonya, kami berharap kami bisa memberikan usaha terbaik kami dalam mengerjakan Tugas Akhir, sebagai perwujudan rasa malu terhadap keberadaan sosok beliau yang walaupun masih tua tetapi masih tetap berkarya untuk bangsa dan negara. Wauw, salut sekali dengan beliau.

Tak disangka, saat mengerjakan Tugas Akhir itulah ternyata saya menemukan passion saya : bidang penelitian. Saat itu saya bisa mencapai prestasi yang bagus menurut saya, dan baru saya sadari itu : mempunyai kemampuan programming, menguasai bahasa pemodelan UML, serta teknik software engineering khususnya menggunakan Proses Iconix.  Sampai saat ini, tercatat sejumlah teman baru di akun YM, Facebook, Google+ yang merupakan mahasiswa-mahasiswi yang sedang mengerjakan Tugas Akhir. Ternyata Tugas Akhir saya bermanfaat juga bagi mereka : sebagai referensi. Alhamdulillah ya, #sesuatu banget

Oiya, buat temen-temen yang butuh Tugas Akhir saya sebagai referensi silahkan aja menghubungi saya langsung. Tapi masalah originalitas mohon diperhatikan ya, hargailah hasil kerja dan karya orang lain hehe… (^.^)V

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS 94 : 5-6).





How To : Setting Library di Netbeans

29 11 2011

Hallo rekans programmer sekalian…, terutama Java. *salam programmer

Berikut saya mau menyampaikan kabar baik mengenai cara setting library. Buat rekans yang familiar dengan Netbeans, berikut saya berikan tips and triks. Tapi tentunya, rekans harus selalu terkoneksi dengan internet. So pasti bisa dongs…

Udah ngga zamannya lagi setting manual library dengan cara add file .zip di C: > Program Files > Java. Kenapa ? Karena dependency setiap project itu berbeda-beda, dan saat project dipindahkan ke komputer lain yang belum ter-install library tersebut, maka akan tercipta errata alias error. Itulah mengapa sekarang kita perlu menciptakan project dalam framework Maven. Apa itu Maven ?

Apache Maven adalah sebuah proyek perangkat lunak manajemen dan alat pemahaman. Berdasarkan konsep project object model (POM), Maven dapat mengelola membangun sebuah proyek, pelaporan dan dokumentasi dari sepotong pusat informasi.

Maven juga available di Netbeans, jadi kita bisa pake Maven deh. Oiya, cara ini misalnya untuk setting library Bouncy Castle. Caranya adalah : New Project > Maven Project > Next,next,next… >Finish. Lalu Dependency > Add Dependency (klik kanan) > Buka http://mvnrepository.com > search library yang dibutuhkan (dalam hal ini Bouncy Castle) > Isikan

<dependency>
    <groupId>bouncycastle</groupId>
    <artifactId>bcprov-jdk13</artifactId>
    <version>140</version>
</dependency>

Nanti, library dalam bentuk .jar dari Bouncy Castle akan langsung di-download dari Maven Repository, asyik kan… Sekian penjelasan dari saya, semoga ilmunya bermanfaat ya. Salam programmer : Yang Muda Yang Berkarya.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.