Kebunku Cantik

22 10 2011

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Lihat kebunku penuh dengan bunga… lalalalala…
Subhanallah, life is beautiful.

Posted from WordPress for Android





Mencintai Karena Fisik

19 10 2011

Tergelitik dengan pertanyaan seorang rekan : Apakah mencintai karena fisik itu dibenarkan? Atau justru salah?
Bagaimana menurut rekan-rekan?
Well… in my humble opinion : jika perkara fisik menjadi salah satu alasan dalam mencintai seseorang, itu bukanlah hal yang salah. Mencintai seseorang itu perkara hati, sedangkan hati kita merupakan kuasa Allah. Terkadang kita juga tidak bisa memutuskan kepada siapa sajakah kita kah jatuh hati. Tapi perkara fisik itu bukanlah segalanya, apakah mungkin seseorang yang dicintai hanya karena fisiknya akan tetap dicintai oleh kekasihnya saat ia terkena musibah sehingga ia cacat secara fisik? Bukankah mencintai seseorang berarti mencintai segala kelebihan dan kekurangannya? Berusaha menjadi pendamping di saat senang maupun susah? Berjiwa besarlah, no body’s perfect ! Tak terkecuali Anda, isn’t it?
Jika Anda hanya mencintai kekasih Anda hanya karena perkara fisik, pikirkanlah : apakah Anda akan tetap mencintai dirinya saat ia tidak ganteng/cantik lagi? Apakah Anda akan meninggalkannya begitu saja saat kekasih Anda menjadi cacat secara fisik sementara hatinya sudah terpaut pada Anda begitu hebatnya? Hanya karena Anda sudah tidak menyukai fisiknya lagi?
Lantas, apakah arti mencintai bagi Anda?

Cintailah kekasih Anda karena Allah. Allahlah yang memacu semangat Anda untuk mencintai seseorang, memberikan hal terbaik yang Anda miliki agar kekasih Anda menjadi orang yang bahagia. Anda mencintai seseorang sebagai perwujudan rasa syukur terhadap anugerah Allah yang selama ini Anda nikmati. Memuliakannya, menghormatinya, mengasihinya, membahagiakannya… hanya karena Allah semata.

Ya Allah…
Engkaulah pemilik hati ini,yang tak mungkin membuatnya sakit. Jadi aku tak akan tersiksa atau kesakitan ketika cinta menyapaku.
Engkaulah yang memberiku cinta.
Engkau yang mengatur kisah cintaku.
Engkau pula yang akan menjaga hatiku…

Posted from WordPress for Android





Cinta (Al-Huub)

11 10 2011

“Aku ragu ada dan tiadaku. Tapi cinta mengumumkan aku ada !” [Sir Muhammad Iqbal]

Cinta. Semoga Allah SWT selalu memuliakan cinta yang menjerat banyak umat manusia. Mula-mula cinta adalah permainan, namun lama-lama menjadi kesungguh-sungguhan. Cinta memiliki makna yang dalam, indah dan agung. Tak ada kata-kata yang mampu melukiskan-menggambarkan betapa indah, nikmat dan agungnya cinta. Hakikat cinta tak dapat ditemukan, selain dengan segenap kesungguhan pengamatan dan penjiwaan. Cinta tak dimusuhi agama dan tak dilarang syariat-Nya. Cinta adalah urusan hati, sementara hati adalah urusan Ilahi.

Dari cinta kita berasal

Dan atas nama cinta Dia menciptakan kita

Karena tujuan cinta kita mendatangi-Nya

Dan demi cinta pula kita menghadap-Nya

Sesungguhnya para khalifah dan kebanyakan imam-imam kesohor pernah dirundung cinta. Misalnya saja pada para khalifah yang pernah menjadi imam di Andalusia, seperti Abdurrahman bin Mu’awiyah yang mencintai Da’ja’ atau Al-Hakam bin Hisyam; Abdurrahman bin Al-Hakam yang mencintai Tharub kemudian dikarunia Abdullah sebagai buah percintaan mereka; Muhammad bin Abdurrahman yang mencintai Ghazlan, kemudian lahirlah Al-Qasim dan Al-Muthraf sebagai buah percintaan keduanya; Al-Hakam bin Muntanshir jatuh cinta pada Shabah, Shabah pun menjadi ibu bagi anak Al-Hakam Muntanshir yaitu Hasyim Al-Mu’ayyad Billah ra. Para pemimpin negeri seolah tak mau mempunyai keturunan selain dari wanita-wanita yang dicintainya. Subhanallah.

Dalam surat Al-A’raaf ayat 189, Allah berfirman : “Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu (nafs waahidah) dan darinya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa tenteram kepadanya.”

Kalau saja cinta itu lahir lantaran keindahan fisik semata, niscaya orang yang buruk rupa tak akan pernah dicintai sesamanya. Namun kenyataannya, betapa kerap kita jumpai seseorang yang memilih jatuh cinta pada orang lain yang secara fisik tidaklah menawan, daripada orang lain yang labih menawan dari pilihannya. Dan ia tetap bersikukuh pada pilihannya dan memilih untuk tidak berpaling darinya. Kalau saja perasaan cinta itu muncul karena kesamaan pandangan moral semata, niscaya seseorang tidaklah mencintai orang lain yang berbeda perilakunya.

Kucintai engkau dengan tanpa keraguan di dalamnya

Padahal kebanyakan cinta hanyalah fatamorgana

Ingin kukatakan kepadamu dengan gambling dan tulus

Cintaku padamu terukir zahir dan halus

Jika dalam jiwaku tertanam kebencian

Kan kucabik seluruh tabir penutupnya dan kubuang

Sungguh! Tak ada yang kuingini darimu selain cinta

Sungguh! Tak ada yang kuucapkan padamu kecuali cinta

Saat kutenggelam dalam samudera cinta

Hamparan bumi seolah kering binasa

Manusia seumpama buih-buih di lautan

Penghuni mayapada seumpama debu beterbangan

Sesungguhnya cinta merupakan sesuatu yang bersemayam dalam jiwa yang terdalam. Cinta pun memiliki banyak jenis, adapun yang paling utama adalah cinta antara dua orang manusia yang terjalin karena Allah semata. Baik cinta tersebut dibangun karena adanya keinginan untuk meningkatkan amal kebajikan, atau karena adanya kesamaan akidah, agama dan mahzab, atau juga karena kelebihan ilmu di antara salah satunya.

Selain itu ada pula cinta karena kekerabatan, cinta karena kesamaan tujuan, cinta karena persahabatan, cinta karena pengetahuan, cinta karena adanya kebaikan yang dimiliki seseorang , cinta karena tamak akan kedudukan yang diinginkan, cinta karena adanya sebuah kesepakatan yang dirahasiakan untuk khalayak ramai, cinta karena mengumbar nafsu yang bergejolak, dan juga cinta yang tak beralasan.

Seseorang dapat saja jatuh cinta karena sesuatu ‘sebab’, namun cinta yang seperti ini tidaklah abadi. Cinta jenis ini akan menguat manakala ‘sebab cinta’ menguat dan akan mengendur manakala ‘sebab cinta’ menjauh. Sedangkan cinta yang abadi hanyalah cinta suci yang keluar dari kedalaman hati. Biasanya cinta jenis ini tidak akan hilang, kecuali ajal datang menjelang.

Mungkin kau pernah menjumpai seseorang yang telah tua renta, yang terlihat tak lagi mempedulikan keadaan dirinya. Namun begtu kau mengingatkan kembali tentang kenangan-kenangan indah di masa mudanya, seketika terbitlah kegembiraan di wajahnya. Ia pun berperilaku selayaknya anak muda, bersiul-siul dan menebar senyuman ke mana-mana. Saat itu, segenap hati-pikiran-perasaannya tercurah kembali pada kenangan indah masa mudanya dulu. Kerentaan dirinya seolah telah menjelma menjadi jiwa muda yang bergairah, sedang tabiat dan perangainya seolah terbuai oleh dahsyatnya gelombang cinta. Sehingga dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa cinta adalah bayangan indah yang terhujam di dalam jiwa, cinta adalah selaksa kasih yang terukir di dalam hati.

Sesungguhnya alasan terbesar yang menumbuhkan cinta adalah keindahan fisik. Hal tersebut tidak dapat disalahkan karena sudah menjadi sebuah fitrah bagi manusia untuk menyukai dan terpikat pada segala hal yang indah. Dan bentuk keindahan fisik pujaan hati kan memiliki daya pikat yang luar biasa bagi jiwa-jiwa yang bergelora.

Manakala jiwa seseorang cenderung pada jiwa yang lain, dan ternyata dibalik jiwa tersebut terdapat sesuatu yang menyerupai jiwanya, sehingga jiwanya akan semakin tertarik dan terkoneksi dengan jiwa tersebut. Maka inilah yang disebut sebagai cinta yang hakiki. Namun, bila ternyata pada jiwa tersebut tidak ada sesuatu yang menyerupai jiwanya maka cintanya hanya sebatas keindahan fisik semata. Hal inilah yang disebut sebagai syahwat.

Dan sesungguhnya, cinta juga merupakan sebuah penyakit. Dan obatnya terletak pada sejauh mana kau mau berbagi-bagi, sejauh mana kau bepergian ke tempat-tempat yang kau sukai, dan sejauh mana kau melakukan sesuatu yang kau senangi. Orang yang terkena panah cinta tak akan mau melepaskan panah cinta itu. Anehnya, orang yang sehat malah ingin terjangkit penyakit cinta. Cinta membuat hal yang semula dipandang hina menjadi mulia. Cinta juga mengubah hal yang rumit menjadi sedemikian mudah.

Tahukah kau, awan cinta tengah menaungiku

Dengan malu-malu ia penuhi ruang hatiku

Malam ini, hadir di sini bayang indah dirimu

Sepanjang malam ia terjaga menemaniku

Meski gelap ini tak kunjung hilang

Kedua mataku tak jua terpejam

Tatkala siang datang menjelang

Kedua mataku kian tak bisa terpejam

Duhai pujaan

Dalam sangkar cinta hatiku terkurung

Selain sangkaan

Tak tahukah mereka aku dirundung cinta ?








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.