Tergelitik dengan pertanyaan seorang rekan : Apakah mencintai karena fisik itu dibenarkan? Atau justru salah?
Bagaimana menurut rekan-rekan?
Well… in my humble opinion : jika perkara fisik menjadi salah satu alasan dalam mencintai seseorang, itu bukanlah hal yang salah. Mencintai seseorang itu perkara hati, sedangkan hati kita merupakan kuasa Allah. Terkadang kita juga tidak bisa memutuskan kepada siapa sajakah kita kah jatuh hati. Tapi perkara fisik itu bukanlah segalanya, apakah mungkin seseorang yang dicintai hanya karena fisiknya akan tetap dicintai oleh kekasihnya saat ia terkena musibah sehingga ia cacat secara fisik? Bukankah mencintai seseorang berarti mencintai segala kelebihan dan kekurangannya? Berusaha menjadi pendamping di saat senang maupun susah? Berjiwa besarlah, no body’s perfect ! Tak terkecuali Anda, isn’t it?
Jika Anda hanya mencintai kekasih Anda hanya karena perkara fisik, pikirkanlah : apakah Anda akan tetap mencintai dirinya saat ia tidak ganteng/cantik lagi? Apakah Anda akan meninggalkannya begitu saja saat kekasih Anda menjadi cacat secara fisik sementara hatinya sudah terpaut pada Anda begitu hebatnya? Hanya karena Anda sudah tidak menyukai fisiknya lagi?
Lantas, apakah arti mencintai bagi Anda?
Cintailah kekasih Anda karena Allah. Allahlah yang memacu semangat Anda untuk mencintai seseorang, memberikan hal terbaik yang Anda miliki agar kekasih Anda menjadi orang yang bahagia. Anda mencintai seseorang sebagai perwujudan rasa syukur terhadap anugerah Allah yang selama ini Anda nikmati. Memuliakannya, menghormatinya, mengasihinya, membahagiakannya… hanya karena Allah semata.
Ya Allah…
Engkaulah pemilik hati ini,yang tak mungkin membuatnya sakit. Jadi aku tak akan tersiksa atau kesakitan ketika cinta menyapaku.
Engkaulah yang memberiku cinta.
Engkau yang mengatur kisah cintaku.
Engkau pula yang akan menjaga hatiku…
Posted from WordPress for Android


The Latest Comments