Tulisan ini ditujukan untuk semua mahasiswa-mahasiswi yang sedang berjuang mengerjakan Tugas Akhir… success will find you if you try *KatakanCinta mode ON
Pertama mau ngerjain Tugas Akhir : bingung. LOH koq ? Iya, asli bingung banget… bakat seperti apa yang akan saya daya gunakan dalam mengerjakan Tugas Akhir. Secara waktu itu sebagai mahasiswi jurusan Teknik Rancang Bangun Peralatan Sa*di saya merasa saya tidak bisa melakukan apa-apa yang wah. Punya bakat di bidang software engineering : tidak. Punya bakat di bidang hardware : tidak juga. Waktu itu baru bisa dokumentasi aja, itu pun tanpa pengetahuan yang mumpuni mengenai Unified Modelling Language (UML). Asli, saat itu saya benar-benar bingung, bingung seribu bahasa *halah
Langkah kedua yang saya lakukan adalah melakukan eksplorasi terhadap Tugas Akhir senior-seniorita yang sudah lulus dengan sukses. Waw, ternyata saya sudah sangat terlambat untuk menyadari bahwa saya memang tidak punya kemampuan apa-apa untuk menyandang kata : Lulus. Kemudian saya melakukan konsultasi kesana-kemari untuk mendapat pencerahan mengenai topik apa yang trend dan ngga susah-susah amat untuk dijalani, haha *cariaman.co.id
Dengan berbekal kemampuan seadanya, maka saya mengajukan proposal. Saya juga langsung kursus programming : Java Fundamental di Depok buat menggali bakat terpendam. Oiya, geli banget kalau diingat-ingat lagi bagaimana saya membuat pemodelan ala saya, tanpa mengerti apa yang namanya UML. Buat notasi oval tapi cuma sebagai lambang objek dan tidak merujuk ke use case diagram, plus ngotot pula ketika dipersalahkan. *moment yang ngga banget
Dari situ saya jatuh bangun dengan Tugas Akhir saya, dapat pembimbing yang baik sekaligus perfectionist membuat pengerjaan Tugas Akhir semakin seru. Incident demi incident terjadi, namun saya tetap bertahan. Dengan satu theme song iklan pada saat itu : aku bisa, aku pasti bisa, ku tak mau berputus asa… Aku Pasti Bisa !!! *iklan susu balita
Ada satu hal yang selalu memotivasi saya dan Upicha, teman sekamar saya : photo bapak Sumarkidjo saat berpidato di wisuda senior setahun di atas kami, photo itu kami pajang di kamar kami. Hanya dengan memandang photonya, kami berharap kami bisa memberikan usaha terbaik kami dalam mengerjakan Tugas Akhir, sebagai perwujudan rasa malu terhadap keberadaan sosok beliau yang walaupun masih tua tetapi masih tetap berkarya untuk bangsa dan negara. Wauw, salut sekali dengan beliau.
Tak disangka, saat mengerjakan Tugas Akhir itulah ternyata saya menemukan passion saya : bidang penelitian. Saat itu saya bisa mencapai prestasi yang bagus menurut saya, dan baru saya sadari itu : mempunyai kemampuan programming, menguasai bahasa pemodelan UML, serta teknik software engineering khususnya menggunakan Proses Iconix. Sampai saat ini, tercatat sejumlah teman baru di akun YM, Facebook, Google+ yang merupakan mahasiswa-mahasiswi yang sedang mengerjakan Tugas Akhir. Ternyata Tugas Akhir saya bermanfaat juga bagi mereka : sebagai referensi. Alhamdulillah ya, #sesuatu banget
Oiya, buat temen-temen yang butuh Tugas Akhir saya sebagai referensi silahkan aja menghubungi saya langsung. Tapi masalah originalitas mohon diperhatikan ya, hargailah hasil kerja dan karya orang lain hehe… (^.^)V
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS 94 : 5-6).



The Latest Comments