Maka Tersenyumlah

3 02 2010

Suatu ketika aku dan sahabatku diberikan sebuah pertanyaan yang menggelitik, “Sudahkah Anda sedekah hari ini ?”. Lalu dengan mudahnya salah seorang sahabatku menjawab pertanyaan itu, “Oh, gampang aja. Tinggal  senyum  aja.  Kan senyum itu sedekah…  sedekah yang paling murah.” 

Hmm, benar juga ya ?  Tak jarang kita merindukan sesosok manusia hanya karena senyumannya yang menyejukkan hati. Misalkan saja ibu, ayah, sahabat, dan kekasih kita (LOH ??)… Betapa senyuman mereka begitu berarti. Betapa indahnya dunia ini karena dihiasi oleh senyuman mereka… 

Tapi kini, betapa banyak orang-orang susah sekali untuk tersenyum. Di kantor, di jalan-jalan, di angkutan umum, di kampus, dan di berbagai tempat lainnya, seringkali terlihat wajah-wajah yang senantiasa bermuram durja bagai sedang mendapatkan beban hidup yang teramat sangat berat (Duile…:D). Plus dengan banyaknya kerutan di wajah, mereka pun terlihat kian gahar dan garang, jauh sekali dari kesan ramah dan bersahabat. Sungguh menyeramkan sekali pemandangan tersebut.

Marilah kita semua tersenyum. Kenapa ? Karena senyum adalah anugerah yang terindah dari Tuhan Yang Maha Indah. Senyum itu sederhana, mudah, dan gratis. Senyum merupakan lengkungan yang bisa meluruskan banyak hal (kata pak Gede Prama). Senyum juga bisa menghilangkan perasaan gelisah. Senyum merupakan kebutuhan manusia dan siapa saja yang suka tersenyum pasti ia tak menyimpan luka di perasaan, hati dan jiwanya sehingga hidupnya tak penuh dengan beban. 

Untuk tersenyum ternyata butuh SOP (Standard Operational Procedure) juga loh… :D   . Ada yang mendefinisikan bahwa senyum itu harus 227 :  bibir ditarik 2 cm ke kiri dan 2 cm ke kanan kemudian dipertahankan selama 7 detik. Yang lainnya mendefinisikan bahwa senyum itu harus 127 : dengan niat untuk men-1-kan hati, bibir ditarik 2 cm ke kiri dan ke kanan kemudian dipertahankan selama 7 detik. Bagaimana pun caranya yang penting tersenyumlah.

BTW, mau tahu senyuman yang paling manis ? ini dia …  hehehe… :D





Streaming Symmetric Block Cipher

3 02 2010

Pada Symmetric Block Cipher, baik mode ECB (Electronic Code Book) maupun mode CBC (Cipher Block Chaining) keduanya menggunakan teknik enkripsi dengan cara yang paling umum. Yaitu sebagai engine yang mengambil input dalam bentuk blok data dan memberikan output dalam bentuk blok data pula. Dan tentu saja sebagai hasilnya, jika data yang akan diproses bukanlah kelipatan dari panjang blok maka dibutuhkan padding. 

Streaming Symmetric Block Cipher merupakan salah satu solusi dari situasi ini karena mode-modenya memungkinkan regular block cipher untuk menghasilkan output dengan panjang blok data yang sama dengan panjang blok data input-nya. Mode-mode pada Streaming block cipher memungkinkan penggunaan block cipher dengan cara ini.

 

Pada gambar di atas kita dapat mengamati bahwa mode ini memang memungkinkan. Dalam hal ini mode OFB (Output Feedback), mode CFB (Cipher Feedback), dan mode CTR (Counter) menghasilkan rangkaian bit kemudian di-XOR-kan dengan plaintext. Salah satu hal penting yang perlu untuk diperhatikan : penggunaan kembali IV dan kunci secara bersamaan merupakan suatu hal yang fatal dalam sekuritas enkripsi.  

Salah satu mode pada Symmetric Block Cipher yang akan dibahas kali ini adalah CTR. Mode ini juga dikenal sebagai mode SIC (Segmented Integer Counter). Mode ini telah distandardisasi oleh NIST pada SP 800-38a dan pada RFC 3686. Berikut ini adalah contoh penggunaan mode CRT di Java (J2SE).








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.