Suatu ketika aku dan sahabatku diberikan sebuah pertanyaan yang menggelitik, “Sudahkah Anda sedekah hari ini ?”. Lalu dengan mudahnya salah seorang sahabatku menjawab pertanyaan itu, “Oh, gampang aja. Tinggal senyum aja. Kan senyum itu sedekah… sedekah yang paling murah.”
Hmm, benar juga ya ? Tak jarang kita merindukan sesosok manusia hanya karena senyumannya yang menyejukkan hati. Misalkan saja ibu, ayah, sahabat, dan kekasih kita (LOH ??)… Betapa senyuman mereka begitu berarti. Betapa indahnya dunia ini karena dihiasi oleh senyuman mereka…
Tapi kini, betapa banyak orang-orang susah sekali untuk tersenyum. Di kantor, di jalan-jalan, di angkutan umum, di kampus, dan di berbagai tempat lainnya, seringkali terlihat wajah-wajah yang senantiasa bermuram durja bagai sedang mendapatkan beban hidup yang teramat sangat berat (Duile…:D). Plus dengan banyaknya kerutan di wajah, mereka pun terlihat kian gahar dan garang, jauh sekali dari kesan ramah dan bersahabat. Sungguh menyeramkan sekali pemandangan tersebut.
Marilah kita semua tersenyum. Kenapa ? Karena senyum adalah anugerah yang terindah dari Tuhan Yang Maha Indah. Senyum itu sederhana, mudah, dan gratis. Senyum merupakan lengkungan yang bisa meluruskan banyak hal (kata pak Gede Prama). Senyum juga bisa menghilangkan perasaan gelisah. Senyum merupakan kebutuhan manusia dan siapa saja yang suka tersenyum pasti ia tak menyimpan luka di perasaan, hati dan jiwanya sehingga hidupnya tak penuh dengan beban.
Untuk tersenyum ternyata butuh SOP (Standard Operational Procedure) juga loh…
. Ada yang mendefinisikan bahwa senyum itu harus 227 : bibir ditarik 2 cm ke kiri dan 2 cm ke kanan kemudian dipertahankan selama 7 detik. Yang lainnya mendefinisikan bahwa senyum itu harus 127 : dengan niat untuk men-1-kan hati, bibir ditarik 2 cm ke kiri dan ke kanan kemudian dipertahankan selama 7 detik. Bagaimana pun caranya yang penting tersenyumlah.
BTW, mau tahu senyuman yang paling manis ? ini dia … hehehe…



The Latest Comments