33 comments on “Internet Sehat Bikin Anak Jadi Hebat

    • Setuju… karena keluarga yang sehat akan membesarkan anak-anak yang hebat, masa depan bangsa Indonesia. Mari kampanyekan internet sehat untuk anak-anak kita kelak…
      Terima kasih telah bertukar link…

    • saya sangat senang dg perkembangan penggunaan internet anak-anak, selain sebagai sarana bermain /hiburan juga jadi alternatif tempat bertanya bila ada sesuatu yang ingin diketahui tanpa harus mencari guru/orang yang ahli tentang sesuatu. Pelajaran etika berinternet mungkin perlu dirumuskan dan diajarkan juga sejak SD.

      • @ Her Budianto : Setuju Pak, internet memang bagaikan perpustakaan terbesar di dunia dan perlu disosialisasikan secara formal ttg bagaimana cara menggunakannya dengan baik pada anak-anak sejak di SD.
        Semoga pihak pendidik memahami pentingnya hal ini, amin.

  1. saya sangat senang melihat para guru sudah memanfaatkan internet sebagai salah satu alat untuk proses belajar mengajar dengan memberikan tugas surfing internet kemudian merangkum menjadi bahan pelajaran oleh anak didik.
    Hanya saja mungkin perlu diajarkan sopan santun/etika mengutip meskipun dari internet ada baiknya dicantumkan alamat websitenya pada hasil rangkuman ataupun kutipannya.

    • Wah, keren ya pendidikan sekarang, Pak. Alangkah lebih baik lagi kalau step by step dalam melakukan surfing juga dicontohkan ke para murid. Demikian juga dengan penggunaan browser khusus anak, sebaiknya para guru memberikan atau merekomendasikan browser khusus anak untuk dipakai ketika surfing.
      Setuju Pak, bagaikan me-refer ke buku maka me-refer ke website tertentu juga harus dicantumkan dalam Daftar Pustaka/Referensi artikel.makalah yang dibuat para murid. Hal seperti ini sudah jelas dalam pembuatan skripsi, tesis, berarti para guru tinggal mensosialisasikannya saja.
      Semoga hal ini dapat menjadi perhatian para pendidik, amin.

  2. Setuju sama Jeng Resti. O iya, saya nilai banyak orang menyempitkan istilah Internet dengan kegiatan di luar merambah Internet alias browsing. Mungkin Jeng Resti mau membahas kegiatan ber-Internet sehat, tapi bukan browsing saja.

    Ini contoh kami sekeluarga: Video Call dengan Skype kalau saya lagi lembur sebagai pengganti telepon 3G, mengunduh koran online melalui Feed/RSS Reader, email-emailan dengan keluarga lain, dan lain sebagainya. Internet model begini lebih terkontrol dan lebih banyak gunanya lho…🙂

    • Iya Pak, setuju. Tapi mengapa baru demikian ? Karena ternyata menurut survei banyak keluarga yang ‘gaptek’ dalam menanggapi teknologi internet ini (saya sebut sebagai tipe keluarga generasi pertama). Jadi mengantisipasi dampak negatif penggunaan internet skala kecil yang baru sekedar memanfaatkan komputer desktop untuk browsing saja belum bisa. Oleh karena itu, hal seperti inilah yang masih banyak dikampanyekan yaitu penggunaan internet secara sehat untuk tipe keluarga generasi pertama.
      Kalau untuk tipe keluarga generasi kedua yang tentunya telah dapat memaksimalkan penggunaan internet untuk meningkatkan taraf kehidupannya, maka sosialisasi penggunaan internetnya akan berbeda yaitu lebih mengarah ke bagaimana cara memaksimalkan penggunaan internet. Untuk selanjutnya, (insya Allah) akan saya sosialisasikan melalui artikel lanjutan bertajuk ‘Internet Sehat Bikin Keluarga Jadi Hebat’. Nice info, Pak tentang tipe keluarga generasi kedua tersebut. Semoga pak Arman dan keluarga tetap jaya, hehe…

  3. Untuk memulai internet sehat terhadap anak-anak, bisa dimulai dari memberi pengertian kepada mereka akan dampak dari penggunaan internet “sakit” (negasi dari istilah internet sehat😀 ) dari berbagai perspektif apakah dari prestasi belajarnya, kehidupan sosialnya, dan lain sebagainya.

    Ada satu hal yang ingin saya tanyakan, ketika umur berapa seharusnya seorang anak sudah diperkenalkan dengan internet ??? Mengingat seorang anak memiliki rasa keingitahuan yang besar dan tidak menutup kemungkinan ketika sudah mengenal internet dapat mengakses situs-situs pornografi.

    Terima kasih🙂

    • Wuih, pertanyaan yang sulit nih, hehe… (@.@)?
      Karena terus terang saya belum pernah praktek langsung, jadi saya jawab berdasar teori dulu saja ya.
      Memperkenalkan internet ada tahapannya berdasarkan usia anak :

      * Usia 2-4 tahun. Dalam usia balita, anak yang mulai berinteraksi dengan komputer harus didampingi dengan orang tua. Orang tua diharapkan dapat memberi pengajaran dini mengenai hal-hal yang belum diketahui sang balita, termasuk apa itu internet.
      * Usia 5-7 tahun. Anak mulai ingin melakukan eksplorasi, maka dibutuhkan peran orang tua dalam mendampingi anak ketka berinternet. Untuk mempermudah, orang tua dapat menggunakan browser khusus anak.
      * Usia 8-10 tahun. Anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Di sini faktor pertemanan dan kelompok bermain memegang peranan penting dan anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orang tua. Oleh karena itu, anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri. Dalam hal penggunaan internet, orang tua juga harus mempertimbangkan penggunaan software filtering untuk memantau apa yang dikerjakan anak, situs apa saja yang dikunjungi anak, dan durasi anak dalam menggunakan internet.
      * Usia 11-12 tahun. Pada masa pra-remaja ini, anak membutuhkan lebih banyak kebebasan dan pengalaman. Inilah saat yang tepat untuk memperkenalkan fungsi internet pada anak : membantu tugas sekolah dan juga mencari hal-hal baru yang berkaitan dengan hobi mereka. Tugas orang tua adalah mengarahkan kebebasan mereka.
      * Usia 13-14 tahun. Anak mulai aktif menjalankan kehidupan sosialnya, dengan jejaring sosial, blogging maupun chatting. Anak harus ditekankan untuk tidak memberikan data pribadi apapun, bertukar photo, maupun melakukan pertemuan face-to-face dengan seseorang yang baru dikenal di internet tanpa sepengetahuan orang tua. Anak harus diberi pengertian bahwa seseorang di internet bisa jadi tidaklah seperti yang digambarkan atau dibayangkan. Selain itu, orang tua harus menekankan nilai dan norma keluarga serta meningkatkan kepercayaan dan keterbukaan antara orang tua dan anak.
      * Usia 15-17 tahun. Remaja mulai matang secara fisik, emosi, dan inteletual. Mereka haus akan pengalaman yang terbebas dari orang tua, dan kerap melakukan hal-hal yang beresiko tinggi bagi dirinya baik secara online maupun offline. Oleh karena itu, diperlukan pengertian kepada remaja bahwa siapapun yang mereka kenal lewat internet belum tentu seperti apa yang mereka bayangkan dan bisa jauh berbeda dalam kehidupan sehari-harinya.

    • Wuih.. yang Nawala Project itu ya ?
      Ternyata setting manual di Start > Settings > Control Panel > Network Connection > Pada koneksi yang sedang terhubung klik Properties > sorot pada Internet Protocol (TCP/IP) > klik Properties, lalu di tulisan ‘Use the following DNS server addresses’ isikan :
      Preferred DNS server dengan mengetik: 180.131.144.144
      Alternate DNS server dengan mengetik: 180.131.145.145
      Klik OK

      Terima kasih infonya Bang…

  4. hello I was fortunate to discover your website in bing
    your topic is fine
    I learn a lot in your topic really thank your very much
    btw the theme of you blog is really fabulous
    where can find it

    • Hi bet365, thanks for your comment, hehe… (^.^)?
      And about the theme of this blog, i just use the template theme by WordPress, hehe… it’s because i still can’t find the way to use my own theme.

  5. tergantung individu manusianya dalam menggunakan teknologi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s